Budidaya Udang Air Tawar

Budidaya Udang Air Tawar – Udang air tawar seperti halnya udang galah merupakan salah satu komoditas budidaya yang menjanjikan karena permintaannya yang tinggi di pasaran.

Budidaya Udang Air Tawar

Udang yang terkenal memiliki banyak kandungan gizi yang baik dan rasa yang enak bila dimasak ini pangsa pasarnya tidak hanya pasar lokal saja, namun sudah merambah hingga pasar internasional.

Dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti lele, mujair, ikan mas, dll maka memiliki harga jual yang lebih tinggi. Harga jual udang air tawar sama mahalnya seperti ikan gurame, oleh karena itu banyak yang berlomba – lomba membudidayakannya.

Udang air tawar ini merupakan biota air yang dapat dibudidayakan di kolam buatan maupun kolam tanah. Budidaya udang air tawar sendiri membutuhkan sedikit perhatian lebih dibandingkan ikan air tawar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk lebih jelasnya berikut adalah cara budidaya udang air tawar yang baik :

Kolam

Kolam untuk budidaya udang air tawar sendiri harus bebas dari masalah seperti banjir maupun bebas dari kontaminasi bahan kimia. Bila Anda menggunakan kolam tanah maka pastikan juga jenis tanah tersebut adalah tanah liat berpasir. Air juga harus mempunyai sirkulasi yang baik dengan debit airnya sekitar 0,5 – 1 liter air per detik untuk kolam dengan luas 300 – 1.000 m2 (direkomendasikan).

Alat dan Bahan

Untuk membuat kolam budidaya udang air tawar ini membutuhkan peralatan seperti alat untuk mengangkut benih, sendok besar, ember, seser, timbangan, kain saringan halus serta cangkul.

Menejemen Air

Sirkulasi air yang baik akan sangat menunjang dalam budidaya udang air tawar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Air yang mengalir sangat dianjurkan dalam budidaya udang air tawar. Bila Anda tidak dapat menyediakan kolam dengan air yang terus mengalir maka Anda harus rutin mengganti air kolam sebanyak 30 – 50 % bila air sudah terlihat keruh.

Pastikan juga air yang digunakan memiliki nilai pH antara 6,5 – 8,5 pH, Anda dapat memastikannya menggunakan kertas lakmus atau pH meter. Pastikan juga air memiliki kandungan oksigen terlarut yang cukup dengan suhu antara 28 – 30 derajat celcius.

Pencegahan Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang udang air tawar adalah seperti ikan predator yang lebih besar. Oleh karena itu untuk pencegahannya maka berikan saringan pada jalan masuk air untuk mencegah ikan predator masuk ke dalam kolam.

Selain itu selama proses pembesaran juga harus rutin dilakukan pengamatan terhadap kemungkinan adanya penyakit, pengamatan ini dapat dilakukan dengan cara :

Pengamatan berupa sampling dari suatu kolam dengan memilih udang secara acak untuk mengamatinya secara visual dan mikroskopis.

Pengamatan visual dilakukan untuk memeriksa kesempurnaan morfologi udang untuk melihat adanya tanda – tanda penyakit.

Pengamatan mikroskopis dilakukan untuk memeriksa apakah udang terkena mikroorganisme seperti parasit, jamur, virus dan bakteri yang dilakukan di laboratorium.

Penyakit yang sering dialami udang biasanya adalah karena kolam budidaya yang tidak memnuhi syarat hidup udang seperti tidak memiliki kedalaman yang sesuai, sirkulasi atau debit air yang kurang maupun adanya lumut pada air kolam.

Panen

Setelah berumur 4 – 6 bulan atau lebih maupun udang sudah memenuhi ukuran yang dibutuhkan konsumen maka udang air tawar sudah dapat dipanen. Udang yang dapat dipanen minimal memiliki berat 20 – 25 ons/ekor atau lebih besar lagi, semakin besar ukurannya tentu akan memiliki harga yang lebih mahal.