Cara Menanam Jahe Dengan Benar

Cara Menanam Jahe Dengan Benar – Tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan minuman seperti wedang jahe dan berbagai produk olahan lainnya dari jahe seperti kue dan permen jahe. Oleh karena itu budidaya tanaman jahe mulai menjamur untuk memenuhi kebutuhan jahe di pasaran.

Cara Menanam Jahe

Apabila Anda juga ingin membudidayakan jahe maka ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam menanam jahe. Bila Anda seorang pemula dalam budidaya jahe maka ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan seperti halnya :

1. Siapkan Bibit

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah pemilihan akar atau rimpang terbaik, gemuk untuk digunakan sebagai bibit jahe terbaik, jangan memilih akar yang sudah kurus dan layu karena itu berarti akar sudah disimpan dalam waktu yang cukup lama. Setelah Anda memilih rimpang yang sesuai maka selanjutnya rendam rimpang tersebut pada air hangat selama semalam barulah ditanam pada pot yang memiliki sirkulasi drainase yang baik. Sebaiknya tanah juga dicampur menggunakan kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah pot.

2. Proses Penanaman

Rimpang jahe yang telah direndam kemudian di potong – potong, pastikan setiap potongan mempunyai benjolan untuk tunas, kemudian tanam 2 atau 3 rimpang jahe ke dalam pot sedalam permukaan tanahnya saja. Pastikan penanaman rimpang ini diberi jarak kemudian tutup menggunakan tanah secara tipis – tipis saja agar saat memeriksa pertumbuhannya sehingga tidak perlu menggalinya. Pastikan bibit jahe mendapatkan air yang cukup sehingga Anda perlu rutin melakukan penyiraman.

Tanaman jahe adalah tanaman yang dapat ditanam di daerah dengan ketinggian 0 – 1500 mdpl dengan curah hujan sekitar 2500 – 3000 mm/tahun. Tanaman jahe juga dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan kelembaban udara sekitar 70% – 80%. Pastikan juga pH tanah untuk menanam jahe sekitar 5,5 – 7 pH, Anda dapat mengukur pH tanah dengan menggunakan soil pH meter / pH meter tanah, bila ternyata tanah terlalu masam / asam maka Anda dapat melakukan pengapuran lebih dulu.

Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman jahe adalah sekitar 23 – 30°C, suhu udara yang terlalu rendah maka dapat menghambat pertumbuhan tanaman jahe. Pastikan juga pot budidaya diletakkan pada daerah yang mendapatkan cahaya matahari secara penuh.

3. Perawatan

Selanjutnya Anda perlu menjaga kondisi tersebut agar tetap sesuai untuk pertumbuhan tanaman jahe, jaga agar tanah selalu dalam kondisi kelembaban yang sesuai. Bila terlalu kering maka Anda harus rutin menyiramnya, namun jangan sampai tanah terendam air untuk mencegah pembusukan rimpang. Oleh karena itu drainase yang baik sangat dibutuhkan dalam budidaya jahe.

Untuk memastikan pot memiliki drainase yang baik maka Anda dapat menempatkan pot di atas tempat atau nampan yang berisi batu – batu kecil dan hindari kondisi nampan yang penuh air. Hal ini akan membuat air yang menetes bekas siraman yang jatuh kenampan kemudian akan menguap ke atas atau pot. Dengan begitu kelembaban tanah dalam pot dapat terus terjaga walaupun terlihat rumit tapi hal ini sangat baik bagi pertumbuhan jahe.

Meskipun ditanam di dalam pot namun bila pot ditumbuhi rumput maka sebaiknya Anda juga melakukan penyiangan. Pot jahe juga sebaiknya ditaruh pada tempat yang mendapatkan sinar matahari langsung, sebaiknya hindari menaruhnya di dekat jendela kaca. Jaga pula suhu udara agar tetap sesuai dengan pertumbuhan tanaman jahe.

4. Pemanenan

Jenis jahe gajah atau jahe putih besar dapat dipanen ketika berumur 8 bulan untuk keperluan bumbu masak, namun ada juga yang memenennya ketika berumur 4 bulan untuk dibuat menjadi jus jahe yang merupakan minuman sehat dari jahe. Pastikan Anda menyisahkan rimpang jahe yang telah dipanen untuk digunakan sebagai bibit pada penanaman selanjutnya.

Tags: