Cara Mengolah Tembakau Menjadi Rokok

Cara Mengolah Tembakau Menjadi Rokok – Tembakau merupakan bahan pokok dalam pembuatan rokok. Semakin baik tembakau yang digunakan maka rokok yang dihasilkan juga akan memiliki rasa yang enak.

Cara Mengolah Tembakau Menjadi Rokok

Namun bukan hanya pemilihan tembakau saja yang mempengaruhi rasa rokok, pengolahan tembakau juga akan sangat berpengaruh. Sebelum menjadi rokok, tembakau harus melewati beberapa tahap pengolahan, berikut adalah Cara Mengolah Tembakau Menjadi Rokok :

1. Slicing

Pemotongan ini dilakukan pada tembakau kubus dari suplier yang dilakukan secara searah ataupun tegak lurus pada lapisan daun tembakau, pemotongan dengan cara ini merupakan cara yang lebih baik dari pemotongan secara horisontal. Proses pemotongan ini dilakukan dengan kecepatan sedang dengan besar potongan yang konstan agar hasilnya nanti sesuai dengan standar.

2. Conditioning

Selanjutnya tembakau akan dikondisikan dengan mengatur suhu dan kelembaban tembakau. Hasil potongan dari proses sebelumnya akan dimasukkan ke dalam mekanisme silinder berputar.

Di dalam silinder ini terdapat sebuah garpu pengurai yang membantu proses penguraian, sedangkan proses pengondisian dilakukan dengan menyemprotkan steam secara langsung / tak langsung pada tembaku yang masuk Conditioing Cylinder.

Bersamaan dengan proses tersebut juga ditambahkan air untuk memberikan kelembaban pada tembakau agar tidak mudah hancur karena kering.

3. Casing

Proses ini biasanya dilakukan bersamaan dengan proses pengondisian, namun dapat juga dilakukan secara terpisah. Dilakukan secara terpisah apabila casing yang digunakan berbahan dasar molase yang mempunyai kekentalan (viskositas) tinggi.

Proses ini membutuhkan tangki casing dan Dosing system, tangki casing harus memiliki sistem pemanasan dan pengadukan agar casing tetap homogen selama proses, sedangkan dosing system secara otomatis akan melakukan pengukuran rasio casing yang harus di “dose” terhadap tembakau.

4. Cutting

Proses cutting merupakan proses yang sangat vital dari seluruh proses lamina atau stem, hal ini karena karakteristik hasil akhir tembakau akan sangat dipengaruhi proses ini.

Proses cutting dilakukan dengan memakai drum pisau yang berputar dengan kecepatan tertentu. Kondisi mesin cutter merupakan hal sangat diperhatikan pabrik rokok untuk menghasilkan rokok dengan kualitas baik.

5. Expansion & Drying

Dari berbagai proses tersebut biasanya tembakau masih memiliki tingkat kadar air yang tinggi yaitu sekitar 25 – 30%. Oleh karena itu tembakau harus dikeringkan lagi menggunakan mesin dreyer bersamaan dengan proses ekspansi.

Proses ekspansi berguna agar saat tembakau dikeringkan volumenya tidak berkurang, bahkan diharapkan akan bertambah sekitar 0,3 – 0,8 %. Biasanya untuk memastikan kadar air pada proses ini sudah sesuai, tembakau akan diukur kadar airnya menggunakan alat ukur kadar air atau moisture meter.

6. Flavour

Proses ini merupakan proses akhir dari pengolahan utama tembakau sebelum dijadikan rokok. Proses ini menggunakan larutan flavour yang berbahan dasar Alcohol (Alcohol based). Larutan ini akan disemprotkan pada tembakau di dalam mesin flavour cylinder dimana dalam proses ini tidak perlu mengkondisikan suhu dan kelembaban tembakau.

7. Storage

Selanjutnya tembakau tersebut akan disimpan, ada pabrik rokok yang menggunakan metode blending silo (untuk continue process) ada pula yang memakai Bag / karung dan Tobacco Bin kotak guna menyimpan tembakau. Proses homogenisasi juga berlangsung selama masa penyimpanan tembakau, oleh karena itu proses ini juga tidak boleh disepelekan.

Incoming search terms:

  • cara pengolahan tembakau menjadi rokok
  • cara steam tembakau
  • mengolah tembakau jadi rokok
  • proses pengolahan tembakau menjadi rokok
  • proses tembakau menjadi rokok

Tags: