Cara Pembuatan Kertas

Cara Pembuatan Kertas – Kertas memiliki banyak fungsi dalam kehidupan sehari – hari kita, selain digunakan sebagai media tulis kita juga menggunakan kertas sebagai kemasan atau bungkus suatu produk.

Cara Pembuatan Kertas

Seperti yang kita ketahui bahwa zaman sekarang ini kertas yang kita gunakan sekarang ini dibuat dari kayu sebuah pohon. Kayu ini akan diolah menggunakan mesin canggih pada sebuah pabrik hingga akhirnya dapat kita gunakan.
Akan tetapi mungkin tidak banyak yang tahu bagaimana cara membuat kertas, untuk lebih jelasnya berikut adalah cara pembuatan kertas :

Proses Pembuatan Kertas (pulp)

Pertama – tama kayu hasil hutan akan dipotong – potong terlebih dahulu menjadi bentuk yang lebih kecil atau yang disebut log, log ini akan disimpan terlebih dahulu selama beberapa bulan untuk melunakkan kayu dan juga sebagai persediaan.

Setelah itu kayu akan dibuang kulitnya sebelum diolah lebih lanjut atau yang dikenal dengan De – Barker
Kayu selanjutnya akan dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil lagi (chip) menggunakan mesin chipping hingga mencapai ukuran yang standar yang telah ditentukan

Chip kemudian dimasak di dalam gester untuk memisahkan serat kayu (bahan yang digunakan untuk membuat kertas) dengan lignin, proses pemasakan ini terdapat dua macam yaitu Chemical Pulping Process dan Mechanical pulping Process. Dari proses digester ini hasilnya disebut pulp (bubur kertas) yang kemudian diolah menjadi kertas pada mesin kertas (paper machine).

Proses Pembuatan Kertas (Paper machine)

Pulp ini akan diolah terlebih dulu pada bagian stock preparation sebelum masuk ke areal paper machine pulp. Pada bagian ini berbagai bahan baku akan diramu, bahan baku tersebut seperti halnya menambahkan pewarna untuk kertas (dye), menambahkan zat retensi, menambahkan filler (untuk mengisi pori – pori diantara serat kayu), dll. Bahan yang dibuat dari pulp, percampuran bahan kimia dan air hasil proses ini disebut dengan stock.

Dari stock preparation sebelum masuk ke headbox dibersihkan dulu dengan alat yang disebut cleaner, kemudian barulah dimasukkan ke dalam headbox yang berfungsi untuk membentuk lembaran kertas (membentuk formasi). Lembaran kertas ini dibentuk di atas fourdinier table yang berfungsi untuk membuang air yang berada dalam stock (dewatering) yang hasilnya nanti akan berupa kertas basah dengan padatan sekitar 20%.

Kemudian kertas basah tersebut akan memasuki Press part yang berfungsi untuk membuang air dari web untuk menghasilkan kadar padat sekitar 50% dan akan dilanjutkan ke dalam proses pengering (dryer). Press part ini bekerja dengan cara mengepress kertas pada dua buah roll dimana satu roll di bagian atas diberi tekanan sehingga air keluar dari web.

Bagian tersebut dapat menghemat energi, karena kerja dryer tidak terlalu berat dimana airnya sudah dibuang sekitar 30%. Dryer disini digunakan untuk mengeringkan kertas hingga kadar airnya sekitar 6%, pada proses ini juga akan dilakukan pengukuran kadar air kertas menggunakan moisture meter khusus untuk kertas.

Kertas kering ini kemudian akan digulung di pop reel sehingga berbentuk gulungan kertas yang besar (paper roll). Paper roll disini juga akan di lakukan pengujian lebih dahulu untuk mengukur ketebalannya agar sesuai dengan standar. Biasanya akan digunakan alat ukur ketebalan lapisan yang disebut thickness meter khusus kertas yang dapat mengukur tebal kertas apakah sudah sesuai atau belum. Setelah itu paper roll akan dipotong – potong sesuai dengan ukurannya barulah dikemas dan dikirim.

Tags: