Jenis Jenis Hujan

Jenis Jenis Hujan – Hujan merupakan peristiwa alami dimana air yang sudah tidak mampu ditampung oleh awan akan turun kebumi dalam bentuk rintik air, hujan sendiri dipengaruhi oleh faktor abiotik pada lingkup litosfer, atmosfer dan hidrosfer. Lingkup tersebut akan saling berinteraksi dalam proses daur air atau siklus hidrologi.

Jenis Jenis Hujan

Hujan sendiri dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor seperti curah hujan, suhu, tekanan, angin, kelembaban dll pada suatu wilayah. Parameter – parameter tersebut yang akan dijadikan data oleh alat seperti weather station (alat pemantau cuaca) untuk memprediksi turunnya hujan pada suatu wilayah.

Tahukah Anda, ternyata hujan sendiri mempunyai banyak jenisnya. Jenis hujan ini dikelompokkan bersadarkan proses terjadinya, partikel yang dibawanya hingga curah hujannya. Untuk lebih jelasnya berikut adalah jenis – jenis hujan tersebut :

a. Berdasarkan Proses Terjadinya

Menurut proses terjadinya, hujan sendiri dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu :

1. Hujan Siklonal

Hujan siklonal merupakan hujan yang terjadi akibat naiknya udara panas dari permukaan bumi disertai adanya angin yang berputar – putar pada titik tertentu yang umumnya terjadi pada sekitar daerah khatulistiwa. Hujan jenis ini memiliki ciri yang sangat identik yaitu mendung yang datang secara tiba – tiba kemudian disertai hujan lebat yang deras.

2. Hujan Senithal

Hujan senithal atau zenithal merupakan hujan yang terjadi karena adanya pertemuan angin pusat tenggara dan angin pusat timur yang umum juga terjadi di daerah khatulistiwa. Pertemuan kedua angin tersebut membuat suhu panasnya naik dan menyebabkan penurunan suhu di daerah sekitar awan dan terjadilah kodensasi yang secara berangsur – angsur menyebabkan awan mencapai titik jenuhnya dan terjadilah hujan.

3. Hujan Orografis

Hujan orografis merupakan hujan yang terjadi akibat pergerakan awan ke arah horizontal yang dibawa angin yang kemudian awan tersebut mencapai suatu daerah pegunungan dan mengalami kondensasi karena suhu dingin yang ada di sekitarnya. Kondensasi tersebut akan membuat awan mencapai titik jenuhnya dan menyebabkan turunnya hujan.

4. Hujan Frontal

Hujan Frontal merupakan hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara dingin dengan massa udara panas yang terjadi pada sebuah tempat yang dinamakan “bidang front”. Hal ini menyebabkan massa udara dingin berada di bawah dan menstimulasi terjadinya hujan pada daerah yang disebut bidang front.

5. Hujan Muson

Hujan muson merupakan hujan yang terjadi karena pengaruh dari angin muson, angin muson sendiri terjadi akibat pengaruh gerak semu tahunan matahari terhadap khatulistiwa bumi. Di Indonesia, jenis jenis hujan ini terjadi antara Oktober sampai April, sementara di kawasan Asia Timur terjadi antara Mei sampai Agustus dan karena siklus angin dan hujan muson inilah di Indonesia kita mengenal adanya musim hujan dan musim kemarau.

6. Hujan Buatan

Hujan buatan merupakan hujan yang terjadi karena campur tangan manusia dalam memanipulasi keadaan fisik atmosfer lokal atau lebih tepatnya dengan memanfaatkan proses tumbukan dan penggabungan dalam pembentukan awan (ice nucleation) dan diantara jenis hujan lainnya hanya hujan buatan inilah yang menghasilkan curah hujan paling rendah.

b. Berdasarkan Partikelnya

Menurut partikel hujan tersebut maka hujan sendiri dapat dikelompokkan menjadi 5 yaitu :

Hujan Gerimis adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran berukuran diameter < 0,5 mm Hujan deras adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran berukuran diameter >7,0 mm
Hujan Salju adalah hujan kristal es yang memiliki suhu di bawah titik beku air
Hujan Es adalah jenis hujan yang berbeda dengan hujan salju dimana hujan ini menjatuhkan kristal es dalam ukuran yang lebih besar, hujan ini sangat jarang terjadi
Hujan asam adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan tingkat keasaman tinggi yang biasanya mengandung senyawa NO3 atau H2S

c. Berdasarkan Curahnya

Badan Metereologi dan Geofisika atau BMKG mengelompokkan hujan berdasarkan seberapa besarnya curah atau jumlah air yang diterima permukaan bumi dalam satu periode hujan. Hasilnya berdasarkan hal tersebut maka hujan dibagi menjadi hujan sedang (20 – 50 mm/hari), lebat (50 – 100 mm/hari) dan hujan sangat lebat (>100 mm/hari).

Tags: