Makanan Penambah Darah

Makanan Penambah Darah – Bagi penderita anemia, tentu membutuhkan makanan yang bisa menambah darah secara alami daripada mengonsumsi tablet tambah darah karena memiliki efek samping.

Makanan Penambah Darah

Makanan penambah darah yang biasanya paling banyak dijumpai adalah jenis protein hewani. Banyak orang yang menganggap mengonsumsi daging kambing dapat menambah darah. Sebenarnya, dengan mengonsumsi daging kambing secara berlebihan, bukan sel-sel darah merah yang bertambah namun tekanan darahnya.

Alih-alih ingin sehat, justru penyakit baru siap mengintai. Adapun jenis ikan laut atau makanan sea food yang bagus untuk menambah darah. Namun, tetap perhatikan porsi konsumsinya agar tidak meningkatkan kolesterol.

Tiap orang memiliki kebutuhan makanan penambah darah yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti berikut ini.

1. Sedang dalam program diet. Orang yang sedang diet namun tetap ingin kebutuhan nutrisinya terjaga, maka sebagian dari mereka lebih memilih untuk mengurangi konsumsi daging merah dan lebih memperbanyak jenis sayur dan kacang-kacangan.

2. Alergi terhadap beberapa jenis makanan. Beberapa jenis makanan penambah darah tidak selalu baik dikonsumsi oleh semua orang. Ada beberapa yang menderita alergi protein, baik itu alergi kacang-kacangan ataupun susu. Maka sebagai alternatif gunakan buah kering dan perbanyak konsumsi sayuran hijau.

3. Sedang menderita penyakit lain yang tidak membolehkan mengonsumsi suatu jenis makanan. Ketika Anda sedang menderita kolesterol atau hipertensi maka pantang untuk mengonsumsi jeroan sapi, ayam, atau lainnya termasuk hati. Meskipun hati sangat baik untuk kebutuhan gizi, namun tidak diperkenankan untuk penderita darah tinggi.

Berikut adalah jenis makanan penambah darah yang biasa kita konsumsi sehari-hari.

1. Tumbuhan hijau
Tumbuhan hijau yang dimaksud adalah dedaunan segar seperti bayam, daun katuk, daun pepaya, brokoli, dan kangkung. Tanaman hijau biasanya memiliki kandungan zat besi yang tinggi sehingga bagus untuk menambah darah. Biasanya ibu hamil akan disarankan untuk rajin makan sayuran dengan kandungan zat besi banyak sebagai persiapan kelahiran bayi akan tidak kehabisan darah.

2. Protein nabati dan hewani
Protein hewani bisa didapat dari daging merah, ikan, telur (terutama kuning telur), dan organ hati. Sedangkan untuk protein nabati bisa didapat dari kacang-kacangan, seperti kacang polong dan jenis kacang lainnya. Makanan penambah darah dari daging biasanya jenis makanan yang paling banyak disukai oleh masyarakat karena rasanya yang enak dan tidak sehambar sayuran.

3. Olahan susu dan buah kering
Olahan susu seperti yogurt dan keju atau susu murni itu sendiri dapat meningkatkan kinerja tulang sum-sum untuk memproduksi sel-sel darah baru. Olahan kedelai yang dijadikan susu soya juga bagus namun dengan catatan tanpa tambahan gula apapun, Begitu juga dengan olahan buah kering seperti kismis dan buah kurma. Buah bit juga sangat bagus untuk membantu produksi sel darah merah.

Olah bahan-bahan makanan tersebut dengan sehat, maksudnya dengan menggunakan api sedang atau cenderung kecil, menggunakan minyak yang masih baru untuk menggoreng, dan cara pengolahan yang baik adalah dengan dikukus, direbus atau dibuat sup.

Usahakan untuk memasak sayur tidak terlalu matang dan masih memiliki rasa crunchy agar tetap segar dan kandungan nutrisinya tetap terjaga. Hindari menggoreng daging dengan mentega atau margarin karena akan meningkatkan kandungan kolesterol.

Bahan makanan penambah darah yang paling utama adalah yang banyak mengandung vitamin B kompleks, vitamin D, dan mineral. Nutrisi tersebut adalah kandungan utama untuk membentuk sel-sel darah merah dan memperlancar peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh.