Pondasi Untuk Tanah Rawa

Pondasi Untuk Tanah Rawa – Pada setiap bangunan tentu memiliki bagian pondasi yang berfungsi untuk menahan beban dan meneruskannya ke lapisan tanah yang kuat di bawahnya. Dengan fungsinya tersebut membuat bagian ini mempunyai fungsi yang sangat vital.

Pondasi Untuk Tanah Rawa

Dengan vitalnya fungsi pondasi tersebut maka faktor kestabilannya baik terhadap berat sendiri, beban yang bekerja, maupun gaya dari luar harus sangat diperhatikan. Pondasi juga harus dibuat sebaik mungkin agar tidak mengalami penurunan level melebihi ambang batas yang sudah ditentukan.

Sebelum pondasi dibangun maka karakteristik tanah pada daerah tersebut harus diketahui dahulu apakah tipenya tanah cadas (berbatu), tanah liat (kebun dan sawah) serta tanah gambut (rawa).

Apabila tanah tersebut tipenya tanah cadas dan tanah liat cenderung tidak terlalu sulit karena keduanya sama – sama mempunyai daya dukung yang tinggi, namun bila tanah pada daerah tersebut tanah gambut maka membutuhkan trik – trik tersendiri.

Tanah gambut atau rawa tentu tidak memiliki daya dukung yang baik dan sangat rentan terhadap penurunan level pondasi. Hal ini tentu membuat bingung para pekerja untuk menentukan jenis pondasi yang sesuai untuk tanah rawa tersebut. Namun ada beberapa jenis pondasi untuk tanah rawa yang dapat menjadi solusinya, jenis pondasi tersebut adalah :

1. Pondasi Plat Setempat

Pondasi plat setempat pada umunya dibuat secara terpisah – pisah, jadi semisal pondasi untuk kolom, tiang, pilar, dan sebagainya maka material yang digunakan dalam pembuatan pondasi ini berupa balok beton bertulang maupun batu alam untuk bangunan non-permanen. Pondasi jenis ini biasanya dibuat dengan kedalaman lebih dari 1,5 meter yang hanya dibuat di bawah kolom dan memakai pondasi menerus untuk tumpuan saat mengecor sloof.

2. Pondasi Sumuran

Pondasi sumuran merupakan pondasi yang dibuat dari susunan pipa – pipa beton yang bagian dalamnya dicor. Untuk membuat pondasi jenis ini awalnya tanah rawa akan digali hingga kedalaman yang terdapat tanah yang keras, kemudian pipa – pipa beton tersebut akan dimasukkan ke dalam lubang galian tanah tersebut dengan susunan yang rapi. Setelah pipa tersebut disusun dengan rapi kemudian dilakukan pengecoran menggunakan beton cyclope.

3. Pondasi Tiang Pancang

Dibandingkan kedua pondasi di atas, pondasi tiang pancang ini membutuhkan biaya yang lebih banyak karena membutuhkan alat yang lebih banyak, namun hal ini sebanding dengan kualitas hasilnya yang mampu mendukung beban yang besar. Pondasi tiang pancang umumnya diaplikasikan pada bangunan yang berlantai lebih dari tiga. Jenis pondasi ini jarang sekali digunakan untuk bangunan rumah tinggal. Namun pondasi jenis ini harus dipastikan kuat, bisa Anda uji dengan alat uji ndt.

Selain menentukan jenis pondasi yang paling tepat, masalah tanah rawa yang labil juga bisa diatasi dengan memperluas ukuran pondasi dan memperbaiki karakteristik dari tanah tersebut. Metode perbaikannya bisa dilakukan dengan mengaplikasikan proses elektrokinetik sehingga kadar tanah menurun dan daya dukung tanah pun bakal meningkat. Dengan demikian secara otamatis daya dukung pondasi juga turut naik dan stabil.

Incoming search terms:

  • jenis pondasi untuk tanah rawa
  • https://www 2011mvpsummit com/pondasi-untuk-tanah-rawa/
  • jenis pondasi tanah rawa
  • pondasi untuk di daerah rawa

Tags: