Tanah Yang Cocok Untuk Kentang


Tanah Yang Cocok Untuk Kentang – Kentang merupakan salah satu budidaya pertanian yang banyak ditanam oleh para petani di daerah tinggi seperti pegunugan. Hal ini memang karena tanaman ini sangat cocok ditanam pada daerah tersebut.

Tanah Yang Cocok Untuk Kentang

Bila Anda ingin membudidayakan kentang sebaiknya Anda perlu mengetahui syarat hidup tanaman kentang agar nantinya bisa menghasilkan sesuai dengan harapan. Apabila syarat tumbuh tanaman kentang sudah terpenuhi maka perawatannya tidaklah terlalu sulit.

Untuk lebih jelasnya berikut adalah syarat hidup tanaman kentang yang baik :

Tanah dan Ketinggian Tempat

Tanaman kentang hanya akan hidup dengan baik dan produktif bila tanah yang digunakan adalah tanah ringan yang mengandung sedikit pasir dan kaya bahan organik.

Sebagai contoh adalah jenis tanah andoso (vulkanik) yang mengandung abu gunung berapi maupun tanah lempung berpasir (margalit) yang mana jenis tanah ini akan mempengaruhi kandungan karbohidrat pada umbi kentang.

Tanah jenis ini akan membuat umbi kentang kaya akan karbohidrat dan memiliki rasa yang enak. Tanaman kentang akan hidup dengan baik pada daerah dengan ketinggian 800 – 1.500 mdpl (meter diatas permukaan laut).

Apabila kentang ditanam pada daerah dengan ketinggian di bawah 500 mdpl maka tanaman kentang akan sulit membentuk umbi, kalaupun terbentuk maka umbinya sangat kecil.

Namun bila daerah tersebut mempunyai suhu malam hari yang dapat mencapai 20 derajat celcius. Selain itu bila ditanam pada daerah dengan ketinggian 2.000 mdpl akan membuat tanaman kentang lambat membentuk umbi.

Iklim

Faktor seperti suhu udara, curah hujan, kelembaban, intensitas cahaya matahari, dan angin merupakan beberapa faktor yang saling mempengaruhi membentuk iklim. Idealnya tanaman kentang akan tumbuh dengan baik pada suhu 15 – 22 C (optimumnya 18 – 20 C) dan kelembaban udaranya sekitar 80 – 90%.

Pada saat berbunga tanaman kentang membutuhkan banyak air, namun tidak baik bila cuaca yang terjadi adalah hujan secara terus – menerus. Optimalnya curah hujan yang baik untuk tanaman kentang adalah sekitar 2.000 – 3.000 mm/tahun.

Tanaman kentang sebaiknya juga jangan ditanam pada daerah yang sering mendung dan berkabut karena proses fotosintesisnya membutuhkan sinar matahari penuh yaitu sekitar 60 – 80%.

Panjang hari

Panjang hari disini maksudnya adalah lamanya sinar matahari bersinar dalam satu hari. Dalam membentuk umbi tanaman kentang sebaiknya ditanam pada daerah dengan panjang hari yang pendek dimana matahari bersinar kurang dari 10 jam perharinya. Akan tetapi dalam pembentukan bunga tanaman menghendaki hari panjang sekitar 14 jam sehari.

Derajat Keasaman Tanah (pH)

Tanah yang baik untuk tanaman kentang adalah yang memiliki kadar pH tanah sekitar 5 – 5,5 pH. Bila pH tanah kurang dari 5 maka tanaman kentang akan mengalami gejala kekurangan unsur Mg dan keracunan Mn, selain itu tanaman juga menjadi mudah terserang nematida.

Sedangkan pada tanah basa atau lebih dari 7 maka tanaman kentang akan sering timbul gejala keracunan unsur K dan umbinya mudah terserang penyakit kudis yang membuatnya susah untuk dijual.

Apabila kentang mengalami keracunan atau kekurangan unsur K maka ujung dan tepi daunnya berwarna cokelat kemerahan dan rapuh sama halnya dengan kekurangan Mg. Sementara itu bila keracunan Mn maka daunnya menjadi hijau pucat kekuningan dan sepanjang urat daun terdapat bintik – bintik berwarna cokelat.

Oleh karena itu penting memastikan kadar pH tanah yang digunakan sesuai, biasanya petani akan mengukur kadar pH tanah tersebut menggunakan soil pH meter yang dapat digunakan untuk mengukur pH tanah.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *